Plagiarism Policy

Kebijakan Plagiarisme

Acta Dei: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat menganggap plagiarisme sebagai tindakan tidak etis berupa penggunaan ide, kata-kata, data, metode, dokumentasi, atau karya orang lain tanpa mencantumkan sumber dan pengakuan yang tepat terhadap sumber asli. Plagiarisme juga mencakup penyajian informasi atau hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang sebenarnya tidak dilakukan oleh penulis sebagai hasil karya atau kegiatan penulis sendiri.

Plagiarisme mandiri (self-plagiarism) terjadi ketika penulis menggunakan kembali bagian penting dari karya yang telah diterbitkan sebelumnya tanpa mencantumkan sitasi atau pengungkapan yang sesuai. Hal ini dapat berupa penerbitan kembali artikel yang sama atau penggunaan kembali isi yang secara substansial serupa dalam jurnal atau publikasi lain.

Jenis-Jenis Plagiarisme

Plagiarisme Penuh: Penggunaan karya, ide, atau teks milik orang lain tanpa pengakuan atau sitasi yang tepat dan menyajikannya sebagai karya sendiri.

Plagiarisme Sebagian: Penggunaan atau penggabungan materi dari satu atau beberapa sumber tanpa mencantumkan sitasi yang tepat, termasuk melakukan parafrase secara luas tetapi tetap tidak memberikan pengakuan yang memadai terhadap sumber asli.

Plagiarisme Mandiri (Self-Plagiarism): Penggunaan kembali bagian penting dari karya penulis yang telah diterbitkan sebelumnya tanpa sitasi atau pengungkapan yang sesuai. Hal ini termasuk menerbitkan kembali artikel yang sama atau artikel dengan isi yang secara substansial serupa dalam jurnal lain.

Hal yang Perlu Diperhatikan

Plagiarisme penuh, plagiarisme sebagian, dan plagiarisme mandiri tidak diperbolehkan dalam Acta Dei: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat.

Penulis wajib memastikan bahwa naskah yang disampaikan merupakan karya yang orisinal. Setiap ide, kata-kata, data, informasi, gambar, atau materi lain yang berasal dari sumber lain harus dicantumkan dan disitasi dengan benar.

Penulis tidak diperbolehkan mengirimkan naskah yang sama ke lebih dari satu jurnal pada waktu yang bersamaan. Pengiriman naskah yang sama atau memiliki isi yang secara substansial serupa kepada beberapa jurnal secara bersamaan dianggap sebagai praktik publikasi yang tidak etis.

Penulis wajib mencantumkan sumber yang digunakan dalam penyusunan naskah, termasuk sumber yang berkaitan dengan konsep, metode, maupun informasi yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Penulis juga wajib memastikan bahwa seluruh informasi mengenai kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaporkan secara jujur. Data mengenai peserta, lokasi, kegiatan, dokumentasi, hasil, dan luaran harus sesuai dengan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang sebenarnya.

Pemeriksaan Kesamaan Naskah

Untuk menjaga orisinalitas artikel yang diterbitkan, tim editorial Acta Dei: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat melakukan pemeriksaan tingkat kesamaan terhadap naskah yang masuk sebelum naskah dikirimkan kepada reviewer.

Pemeriksaan kesamaan dapat dilakukan menggunakan Turnitin atau perangkat pemeriksa kesamaan lainnya yang sesuai. Naskah yang memiliki tingkat kesamaan tinggi dapat dikembalikan kepada penulis untuk mendapatkan klarifikasi atau melakukan revisi dan dapat tidak dilanjutkan ke tahap peer review.

Tim editorial menilai hasil pemeriksaan kesamaan dengan mempertimbangkan sumber dan konteks kesamaan yang ditemukan. Kesamaan pada kutipan yang telah disitasi dengan benar, daftar pustaka, istilah umum, atau ungkapan yang lazim digunakan tidak secara otomatis dianggap sebagai plagiarisme.

Naskah yang terbukti mengandung plagiarisme atau bentuk pelanggaran integritas akademik lainnya tidak akan diproses untuk diterbitkan. Tindakan lebih lanjut dapat dilakukan sesuai dengan Kebijakan Etika Publikasi serta Kebijakan Koreksi dan Penarikan Artikel Acta Dei: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat.